Bab 1.1: Jebakan Membeli Saham Satu per Satu | WhaleX
VIP Login
Home Tutorial Masuk ke VIP Login →
Materi Kursus

Bab 1.1: Jebakan Membeli Saham Satu per Satu

Bahaya memilih saham tunggal bagi Anda yang sibuk bekerja dan risiko kebangkrutan perusahaan.

Bab 1: Jebakan Membeli Saham Satu per Satu

Bahaya Memilih Saham Tunggal Bagi Orang Sibuk

Banyak orang yang baru mulai berinvestasi langsung mencoba menebak saham apa yang akan naik besok. Praktik ini disebut stock picking atau memilih saham tunggal. Mereka membeli saham perusahaan tertentu karena mendengar rekomendasi dari internet atau membaca berita sekilas.

Cara ini sangat berisiko tinggi, terutama jika Anda memiliki pekerjaan tetap atau sedang membesarkan bisnis sendiri.

Pertama, memilih saham tunggal menyita waktu yang sangat banyak. Anda tidak bisa sekadar melihat nama perusahaannya lalu membeli sahamnya. Anda harus membaca laporan keuangan tahunan. Anda harus menghitung rasio utang, memeriksa arus kas, dan memantau arah industri perusahaan tersebut setiap hari.

Jika Anda menghabiskan waktu 8 sampai 10 jam sehari di kantor atau di tempat usaha, Anda tidak akan memiliki sisa waktu untuk melakukan riset sedalam ini. Membeli saham satu per satu tanpa analisis data yang lengkap sama dengan membuang anak panah dalam keadaan mata tertutup.

Kedua, ada ancaman kebangkrutan perusahaan. Sebesar apa pun sebuah nama perusahaan, risiko kehancuran selalu ada di depan mata. Sebuah perusahaan raksasa bisa tiba-tiba tersandung kasus hukum, melakukan penipuan laporan keuangan, atau kalah bersaing dengan teknologi baru.

Jika Anda menaruh uang hasil kerja keras Anda hanya di satu atau dua saham perusahaan, dan perusahaan tersebut tiba-tiba bangkrut, nilai aset Anda bisa anjlok hingga 80% dalam satu hari. Uang Anda habis, dan Anda tidak memiliki jaring pengaman apa pun.

Ketiga, stock picking menguras emosi dan merusak fokus. Orang yang membeli saham tunggal biasanya mengembangkan kebiasaan buruk. Mereka terus-menerus membuka aplikasi saham di ponsel mereka setiap jam.

Saat harga saham turun, mereka menjadi stres dan pekerjaan utama mereka terbengkalai. Saat harga saham naik, mereka menjadi serakah. Mereka membiarkan emosi mengendalikan keputusan finansial mereka.

Orang-orang kaya memahami bahwa waktu jauh lebih berharga daripada menebak pergerakan grafik di layar komputer. Mereka tahu bahwa memilih saham satu per satu adalah sebuah pekerjaan penuh waktu, bukan kendaraan untuk mencapai kebebasan waktu. Karena alasan inilah mereka meninggalkan metode stock picking dan beralih ke sistem yang lebih pasif.

Bergabung dengan WhaleX VIP

Dapatkan akses ke sinyal DeFi, portfolio eksklusif, dan bimbingan langsung.

Join VIP Circle Sekarang